Alamorganik.com-Wijen mungkin hanya terlihat sebagai taburan kecil di atas roti, onde-onde, atau bubur. Namun, jangan tertipu dengan ukurannya. Di balik bentuknya yang mungil, biji wijen menyimpan berbagai nutrisi penting yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Banyak orang mengenal wijen hanya sebagai pelengkap makanan. Padahal, biji ini telah dimanfaatkan selama ribuan tahun sebagai bahan pangan sekaligus obat tradisional di berbagai negara, termasuk di kawasan Asia dan Timur Tengah.
Kandungan mineral, lemak sehat, vitamin, dan antioksidan membuat wijen layak masuk ke dalam daftar makanan bergizi yang bisa dikonsumsi setiap hari dalam jumlah wajar.
Mengenal Tanaman Wijen

Wijen berasal dari tanaman Sesamum indicum, salah satu tanaman penghasil biji minyak tertua di dunia. Tanaman ini tumbuh baik di daerah beriklim tropis maupun subtropis.
Buah wijen berbentuk kapsul memanjang. Saat matang, buah akan pecah dan mengeluarkan biji-biji kecil berwarna putih, krem, cokelat, hingga hitam, tergantung varietasnya.
Setelah dipanen, biji wijen dapat dikonsumsi langsung, disangrai, diolah menjadi minyak, atau dijadikan pasta wijen (tahini).
Kandungan Gizi Wijen
Meski ukurannya kecil, wijen mengandung banyak zat gizi penting, seperti:
- kalsium;
- magnesium;
- fosfor;
- zat besi;
- seng (zinc);
- tembaga;
- kalium;
- vitamin B kompleks;
- vitamin E;
- protein nabati;
- serat pangan; dan
- lemak tak jenuh yang baik bagi tubuh.
Selain itu, wijen juga mengandung senyawa antioksidan alami seperti sesamin, sesamolin, dan sesamol yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Benarkah Kalsium Wijen Lebih Tinggi daripada Susu?
Banyak informasi di media sosial menyebutkan bahwa wijen memiliki kandungan kalsium hingga 10 kali lebih tinggi dibandingkan susu sapi.
Pernyataan tersebut perlu dipahami dengan benar.
Jika dibandingkan berdasarkan berat yang sama (100 gram), biji wijen utuh memang mengandung kalsium lebih tinggi daripada susu cair.
Namun, masyarakat biasanya hanya mengonsumsi wijen dalam jumlah sedikit, misalnya satu hingga dua sendok makan. Sebaliknya, susu umumnya diminum dalam satu gelas penuh.
Karena itu, jumlah kalsium yang masuk ke tubuh juga bergantung pada porsi konsumsi dan kemampuan tubuh menyerap mineral tersebut.
Dengan kata lain, wijen memang merupakan sumber kalsium nabati yang baik, tetapi tidak bisa langsung menggantikan manfaat susu sebagai sumber kalsium harian.
Membantu Menjaga Kesehatan Tulang
Kandungan kalsium, magnesium, dan fosfor dalam wijen berperan penting dalam menjaga kepadatan tulang.
Ketiga mineral tersebut membantu tubuh membentuk jaringan tulang baru sekaligus mempertahankan kekuatannya.
Jika dikonsumsi bersama pola makan bergizi dan olahraga teratur, wijen dapat membantu menjaga kesehatan tulang serta menurunkan risiko osteoporosis seiring bertambahnya usia.
Namun, wijen bukan satu-satunya cara mencegah osteoporosis. Tubuh juga membutuhkan vitamin D, aktivitas fisik, dan asupan protein yang cukup.
Menjaga Kesehatan Gigi

Mineral dalam wijen tidak hanya mendukung kesehatan tulang, tetapi juga membantu menjaga kekuatan gigi.
Kalsium dan fosfor berperan dalam mempertahankan struktur gigi agar tetap kuat.
Meski demikian, masyarakat tetap harus menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi secara rutin dan memeriksakan kesehatan gigi ke dokter secara berkala.
Menyehatkan Jantung
Wijen mengandung lemak tak jenuh yang lebih sehat dibandingkan lemak jenuh.
Selain itu, antioksidan sesamin membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan mendukung kadar kolesterol tetap seimbang apabila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat.
Serat yang terdapat dalam wijen juga membantu menjaga kesehatan sistem kardiovaskular.
Karena itu, banyak ahli gizi menyarankan konsumsi biji-bijian, termasuk wijen, sebagai bagian dari menu harian.
Membantu Menjaga Kesehatan Kulit
Vitamin E dan antioksidan dalam wijen membantu melindungi sel kulit dari kerusakan akibat paparan radikal bebas.
Lemak sehat di dalamnya juga membantu menjaga kelembapan kulit dari dalam tubuh.
Meski demikian, manfaat tersebut akan lebih optimal jika masyarakat mengimbanginya dengan pola makan sehat, tidur yang cukup, serta menjaga asupan air putih.
Benarkah Minyak Wijen Baik untuk Rambut?
Di Jepang, Korea, India, dan beberapa negara Asia lainnya, masyarakat telah lama memanfaatkan minyak wijen sebagai perawatan rambut.
Banyak orang mengoleskan minyak wijen ke kulit kepala untuk membantu menjaga kelembapan rambut.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa minyak wijen mengandung antioksidan dan vitamin yang membantu melindungi batang rambut dari kerusakan.
Namun, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang memastikan bahwa minyak wijen dapat membuat rambut tumbuh lebih cepat atau jauh lebih tebal pada semua orang.
Karena itu, masyarakat sebaiknya menganggap minyak wijen sebagai perawatan pendukung, bukan sebagai obat penumbuh rambut.
Menambah Nilai Gizi Makanan
Salah satu cara paling mudah menikmati wijen yaitu menjadikannya sebagai taburan makanan.
Biji wijen dapat memperkaya cita rasa sekaligus menambah kandungan nutrisi pada berbagai hidangan.
Beberapa makanan yang cocok dipadukan dengan wijen antara lain:
- roti panggang;
- bubur ayam;
- salad;
- nasi;
- tumisan sayur;
- sushi;
- mie;
- yoghurt;
- oatmeal; dan
- smoothie bowl.
Cukup satu hingga dua sendok makan wijen sangrai sudah mampu memberikan rasa gurih alami pada makanan.
Cara Mengonsumsi Wijen
Masyarakat dapat menikmati wijen dengan berbagai cara, seperti:
- menyangrai biji wijen hingga harum;
- mencampurkannya ke dalam adonan roti atau kue;
- menaburkannya di atas makanan;
- mengolahnya menjadi saus atau pasta tahini;
- mencampurkannya ke dalam granola; atau
- menggunakan minyak wijen sebagai penyedap masakan.
Namun, konsumsi minyak wijen tetap perlu dibatasi karena mengandung kalori yang cukup tinggi.
Siapa yang Perlu Berhati-hati?
Meski tergolong sehat, tidak semua orang dapat mengonsumsi wijen tanpa risiko.
Sebagian orang memiliki alergi terhadap biji wijen. Reaksi alerginya dapat berupa:
- gatal;
- ruam kulit;
- bibir bengkak;
- sesak napas; hingga
- reaksi alergi berat (anafilaksis).
Jika gejala tersebut muncul setelah mengonsumsi wijen, segera hentikan konsumsi dan cari pertolongan medis.
Tips Menyimpan Wijen
Agar kualitasnya tetap terjaga, simpan wijen dalam wadah kedap udara.
Letakkan di tempat yang sejuk, kering, dan tidak terkena sinar matahari langsung.
Untuk penyimpanan lebih lama, masyarakat dapat menyimpannya di dalam lemari pendingin agar kandungan minyak alaminya tidak cepat tengik.
Kesimpulan

Meski berukuran kecil, wijen menyimpan banyak nutrisi penting yang bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan kalsium, magnesium, zinc, protein, serat, lemak sehat, dan antioksidan membantu menjaga kesehatan tulang, gigi, jantung, kulit, hingga rambut.
Namun, masyarakat perlu memahami bahwa wijen bukan makanan ajaib yang dapat menggantikan kebutuhan gizi dari sumber lain. Konsumsilah wijen sebagai bagian dari pola makan yang seimbang agar tubuh memperoleh manfaatnya secara optimal.
Dengan menambahkan wijen ke dalam menu sehari-hari, Anda tidak hanya membuat makanan terasa lebih gurih, tetapi juga meningkatkan nilai gizinya secara alami. (rull)









