Alamorganik.com-Dalam dunia pertanian modern, kita sering terpaku pada pupuk kimia dan pestisida sintetis. Padahal, alam sendiri menyediakan solusi yang luar biasa melalui tanaman liar dan rumput yang tumbuh subur tanpa perawatan manusia. Teknologi BIOSAKA, salah satu inovasi dari SAKA, hadir untuk memanfaatkan potensi alami ini. Dengan tagline “Selamatkan Alam dengan Kembali ke Alam”, BIOSAKA memadukan prinsip fisika kuantum dengan pengetahuan tradisional untuk menciptakan sistem pertanian yang sehat, harmonis, dan produktif.
Kesuburan Tanah dari Alam Sendiri
Alam selalu menunjukkan tanda-tanda kesuburan yang alami. Perhatikan tanaman liar di pinggir jalan atau di tanah yang tidak dirawat mereka tetap tumbuh subur, hijau, dan bahkan berbuah. Contohnya, rerumputan liar seperti lulangan, teki, dan rumput perintis lainnya. Sayangnya, selama ini orang sering menganggapnya gulma dan membasminya dengan herbisida.
Padahal, rumput liar memiliki daya tahan yang luar biasa. Mereka mampu beradaptasi di berbagai musim dan kondisi ekstrim, menjadikan mereka sumber energi alami yang sangat kuat. Dalam ilmu fisika kuantum, rumput memiliki sinyal atau gelombang energi yang paling kuat di alam. Warna hijau daun dan kemampuannya berbunga tanpa pupuk kimia menunjukkan bahwa tanaman ini sudah membawa semua unsur yang dibutuhkan untuk hidup dan berkembang.
Selain rumput, tanaman liar lain seperti kitolod, kelor, salam, dan kresen juga menyimpan berbagai unsur yang menyehatkan. Banyak relawan SAKA melaporkan pulih dari berbagai penyakit setelah mengonsumsi BIOSAKA, yang dibuat melalui ekstraksi tanaman menggunakan metode khusus.
Fithokimia: Rahasia Energi Alam yang Diekstrak

Kunci BIOSAKA terletak pada fithokimia, yaitu senyawa aktif yang terdapat di tepi daun tanaman liar. Relawan SAKA hanya bisa mengambil fithokimia dengan memijat daun secara lembut selama ±20 menit tanpa menghancurkannya. Jika daun diremas, diblender, atau ditumbuk terlalu keras, hanya selulosa yang keluar, bukan energi alami yang ingin dimanfaatkan.
Proses ini memerlukan ketelitian: daun tetap tenggelam dalam larutan, udara luar dijaga agar tidak masuk, dan ekstraksi dilakukan dengan lembut supaya larutan tetap homogen dan bebas fermentasi. Dalam fisika kuantum, fermentasi berarti energi panas hilang, yang akan mengurangi efektivitas sinyal energi rumput. Larutan BIOSAKA yang homogen menjaga kekuatan gelombang energi alami, sehingga bisa ditularkan ke tanaman budidaya melalui kabut semprot.
Bagaimana BIOSAKA Bekerja pada Tanaman Budidaya
Setelah disemprot ke tanaman, larutan BIOSAKA bekerja membangunkan sel tanaman, memunculkan ekspresi gen terbaik, dan membuat tanaman “secerdas rumput liar”. Artinya, tanaman budidaya mampu:
- Mengambil nutrisi alami dari lingkungan lebih efektif
- Beradaptasi dengan cuaca ekstrem
- Mengembangkan sistem akar, batang, dan daun yang optimal
BIOSAKA juga membangunkan mikroba lokal yang dorman di persawahan akibat penggunaan pupuk kimia sintetis. Mikroba ini kemudian membantu menyeimbangkan ekosistem tanah, menciptakan lingkungan yang harmonis untuk pertumbuhan tanaman. Hasilnya, penggunaan pupuk kimia bisa berkurang hingga 50–70% bahkan nol, tanpa mengurangi hasil panen.
Teknologi SAKA Lainnya yang Mendukung Pertanian Harmonis

Selain BIOSAKA, teknologi SAKA lainnya juga mendukung pertanian organik yang lebih efektif:
- NLevel1 untuk POC Urine dan POP KoheMembuat pupuk organik dari urine sapi/kambing tanpa proses fermentasi, sehingga energi alami tetap terjaga.
- POC RumputEkstrak rumput liar sekitar lahan yang juga berfungsi sebagai pupuk alami dan stimulan pertumbuhan tanaman.
- Parfum UrineDigunakan untuk mengusir hama secara alami. Aroma mirip alkohol yang dihasilkan tetap awet dan membuat hama menjauh, sehingga tanaman tetap aman.
Dengan menerapkan teknologi SAKA, pertanian menjadi lebih selaras dengan alam, sel-sel tanaman lebih cerdas, dan mikroba tanah yang dorman kembali aktif. Hal ini mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis dan membuat pertanian lebih berkelanjutan.
Mengapa Rumput Liar Begitu Penting
Rumput liar adalah guru bagi tanaman budidaya. Mereka menunjukkan bagaimana bertahan hidup di segala musim, memanfaatkan nutrisi yang ada, dan tetap subur tanpa bantuan manusia. Dalam fisika kuantum, rumput memancarkan gelombang energi yang sangat kuat, dan BIOSAKA menyalurkan energi ini agar tanaman budidaya dapat belajar beradaptasi seperti rumput liar.
Sistem ini bukan hanya menyehatkan tanaman, tetapi juga meningkatkan kecerdasan sel dan kemampuan tanaman mengambil nutrisi alami. Dengan kata lain, tanaman belajar dari alam untuk menjadi versi terbaik dirinya.
Manfaat Utama Penggunaan BIOSAKA
- Meningkatkan Kecerdasan Sel TanamanSel tanaman lebih mampu mengatur pertumbuhan dan mengambil nutrisi dari lingkungan.
- Membangunkan Mikroba Lokal DormanEkosistem tanah kembali seimbang dan sehat.
- Mengurangi Ketergantungan pada Pupuk KimiaPupuk kimia hanya menjadi stimulan, bukan faktor utama.
- Tanaman menghasilkan panen optimal yang setara atau bahkan lebih baik dibanding bertani dengan pupuk kimia penuh, tetapi tetap lebih ramah lingkungan.
- Pertanian Lebih Harmonis dengan AlamLingkungan lahan lebih hidup, beragam mikroba aktif, dan tanaman tumbuh lebih alami.
Prinsip Humanis di Balik Teknologi SAKA

Teknologi SAKA bukan sekadar inovasi mekanik, tetapi juga filosofi kembali ke alam. Dengan memahami sinyal energi dari tanaman liar, kita belajar bahwa alam selalu menyediakan solusi bagi yang mau memperhatikannya. BIOSAKA dan teknologi pendukungnya membuktikan bahwa pertanian bisa produktif tanpa merusak alam, bahkan bisa menyembuhkan ekosistem yang rusak akibat penggunaan kimia berlebihan.
Relawan SAKA yang mengonsumsi BIOSAKA juga merasakan manfaat bagi kesehatan manusia, menunjukkan bahwa energi alami tanaman tidak hanya bermanfaat untuk pertanian, tetapi juga bagi kehidupan secara keseluruhan.
BIOSAKA adalah salah satu teknologi SAKA yang memadukan prinsip fisika kuantum dengan kearifan lokal. Dengan mengekstrak fithokimia dari tanaman liar dan rumput, teknologi ini membangunkan kecerdasan sel tanaman budidaya, mengaktifkan mikroba tanah yang dorman, dan menurunkan ketergantungan pada pupuk kimia.
Selain BIOSAKA, teknologi SAKA lainnya seperti NLevel1 untuk POC urine/POP kohe, POC rumput, dan parfum urine juga mendukung pertanian organik yang harmonis, sehat, dan produktif.
Dengan pendekatan ini, pertanian bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga soal menciptakan ekosistem yang seimbang, menyehatkan tanah, tanaman, dan manusia, sekaligus mengembalikan hubungan manusia dengan alam.
Teknologi SAKA membuktikan bahwa kembali ke alam bukan berarti mundur, tetapi justru melangkah maju dengan bijak, cerdas, dan berkelanjutan. (Eni Prasetyowati,SP-3G O)









