Pati, alamorganik.com–Muhammad Ansar, sosok yang dikenal luas sebagai penemu Biosaka, kembali menarik perhatian publik dengan penemuan terbarunya. Setelah sebelumnya Biosaka ramai diperbincangkan sebagai teknologi pertanian alternatif,
Ansar kini resmi meliris inovasi lanjutan yang diberi nama NLEVEL1 Aktivasi ke-6. Teknologi ini diklaim memiliki kemampuan multifungsi, mulai dari penghilang bau, penghancur racun, hingga bekerja melalui frekuensi sel tubuh.
Dalam keterangannya, Ansar mengungkapkan bahwa NLEVEL1 Aktivasi ke-6 merupakan hasil pengembangan lanjutan dari riset panjang yang telah ia lakukan selama bertahun-tahun. Menurutnya, inovasi ini lahir dari keinginan untuk menghadirkan solusi sederhana, murah, dan aman bagi masyarakat luas tanpa merusak ekosistem.
“Jika diizinkan, para relawan saya akan berkampanye lebih masif untuk pemasifan Biosaka dan teknologi turunannya di banyak wilayah Indonesia,” ujar Ansar. Ia menegaskan bahwa tujuan utama pengembangan teknologi ini bukan semata komersial, melainkan untuk kemanfaatan umat manusia dan lingkungan, ujar Ansar di group diskusi 3GO Nasional baru-baru ini.
Ansar menjelaskan, dalam waktu dekat ia akan membagikan teknologi gabungan tersebut kepada masyarakat. Teknologi itu ia ringkas dengan nama NLEVEL1 Aktivasi ke-6, yang dikemas dalam sebuah botol kecil. Menariknya, larutan inti dalam botol tersebut diklaim tidak akan habis hingga dua tahun, karena hanya perlu diisi ulang menggunakan air biasa.
“Dalam satu botol, isinya bisa bertahan dua tahun. Jika berkurang, cukup diisi ulang dengan air biasa, tanpa bahan tambahan lain,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ansar memaparkan bahwa NLEVEL1 Aktivasi ke-6 bekerja sangat efektif dan tidak berbahaya bagi ekosistem, termasuk manusia, hewan, maupun tumbuhan. Ia menyebutkan teknologi ini mampu bekerja menembus logam dan tumpukan tinggi, sehingga dinilai memiliki jangkauan dan daya kerja yang luas.
Kemampuan multifungsi menjadi keunggulan utama teknologi ini. Selain sebagai penghilang bau, NLEVEL1 Aktivasi ke-6 juga diklaim mampu menghancurkan racun serta bekerja melalui frekuensi sel tubuh. Meski terdengar tidak biasa, Ansar meyakini mekanisme tersebut aman dan telah melalui pengamatan langsung dalam berbagai uji penggunaan terbatas.
Untuk penggunaan praktis, Ansar turut membagikan cara pembuatan larutan NLEVEL1 Aktivasi ke-6 dalam kemasan semprotan. Pada botol semprot berukuran 100 mililiter, cukup digunakan 5 mililiter larutan inti yang kemudian dicampur dengan air hingga menjadi 5 liter larutan siap pakai.
“Dalam satu semprotan, hanya diberi 10 mililiter larutan dan itu bisa bertahan hingga dua tahun, cukup diisi ulang air saja,” terangnya. Bahkan, menurut Ansar, 5 mililiter NLEVEL1 Aktivasi ke-6 dapat digunakan untuk sekitar 500 kali semprotan, menjadikannya sangat hemat dan efisien.
Klaim efektivitas dan keawetan inilah yang membuat teknologi NLEVEL1 Aktivasi ke-6 mulai menarik perhatian berbagai kalangan, mulai dari pegiat lingkungan, relawan pertanian alternatif, hingga masyarakat umum yang penasaran dengan inovasi ini. Namun demikian, sejumlah pihak juga berharap adanya kajian ilmiah lebih lanjut dari lembaga independen untuk menguji dan memverifikasi klaim-klaim tersebut secara akademis.
Ansar sendiri menyambut terbuka berbagai masukan dan pengujian. Ia menegaskan bahwa dirinya siap berdiskusi dan berkolaborasi dengan siapa pun yang ingin meneliti atau mengembangkan teknologi tersebut secara lebih luas.
“Bagi saya, yang terpenting adalah manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dan alam tetap terjaga,” pungkas Ansar.
Dengan hadirnya NLEVEL1 Aktivasi ke-6, Muhammad Ansar kembali menegaskan posisinya sebagai sosok inovator yang kerap menghadirkan teknologi alternatif di luar arus utama. Waktu dan pembuktian di lapangan akan menentukan sejauh mana inovasi ini dapat diterima dan dimanfaatkan secara luas di Indonesia. (al)









