Rahasia Tanah Subur: Kenali Ciri-Ciri Tanah Asam, Netral, dan Basa untuk Hasil Panen Maksimal

- Penulis

Jumat, 10 Oktober 2025 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah siap tanam (Dok. Foto. Media Sosial)

Tanah siap tanam (Dok. Foto. Media Sosial)

Alamorganik.com–Petani perlu memahami tingkat keasaman (pH) tanah karena faktor ini menentukan ketersediaan unsur hara, pertumbuhan akar, dan hasil panen. Berdasarkan nilai pH, tanah terbagi menjadi tiga kategori utama: tanah asam, tanah netral, dan tanah basa.

  1. Tanah Asam (pH < 6)
    Tanah asam biasanya terasa lembek dan sering becek. Warna tanahnya cenderung merah bata atau kekuningan, bahkan terlihat bercak seperti karat besi di permukaan. Tanaman yang tumbuh di tanah asam sering kerdil, berdaun kuning, dan mudah rontok. Kondisi ini biasanya terjadi karena curah hujan tinggi yang mencuci unsur basa seperti kalsium (Ca), magnesium (Mg), dan kalium (K). Petani dapat menetralkan tanah asam dengan menaburkan kapur pertanian (dolomit atau kalsit) serta menambah pupuk organik matang. Hindari penggunaan pupuk kimia secara berlebihan agar keseimbangan tanah tetap terjaga.
  2. Tanah Netral (pH 6,5–7,5)
    Tanah netral memiliki struktur gembur dan remah sehingga mudah diolah. Warna tanah coklat tua hingga hitam menandakan kandungan bahan organik tinggi. Tanaman tumbuh subur dengan daun hijau sehat dan hasil panen optimal. Unsur hara seperti N, P, K, Ca, dan Mg tersedia seimbang, sementara aktivitas mikroorganisme berjalan baik. Petani dapat menjaga pH netral dengan rutin menambahkan kompos dan menghindari penggunaan pupuk urea berlebihan.
  3. Tanah Basa (pH > 7,5)
    Tanah basa tampak keras, pecah-pecah, dan gersang. Warna permukaannya abu-abu keputihan akibat kandungan garam tinggi. Tanaman sulit tumbuh karena akar terhambat. Tanah seperti ini sering dijumpai di lahan bekas tambak atau daerah berkapur tinggi. Petani dapat memperbaikinya dengan menambahkan pupuk organik asam, seperti kompos jerami atau pupuk kandang fermentasi, serta menaburkan gipsum (CaSO₄) untuk menurunkan kadar natrium.
Baca Juga :  Cara Budidaya Pare agar Panen Lebat, Mudah Dipraktikkan oleh Pemula

Tanah dengan pH netral menjadi kondisi paling ideal untuk pertanian karena unsur hara mudah diserap dan kehidupan mikroba tanah berkembang optimal. (al*)

Baca Juga :  Tips Menanam Belimbing di Rumah, Mudah Dirawat dan Berbuah Lebat

 

Berita Terkait

Petani Wajib Tahu! Metode Tanam Satu Titik untuk Panen Lebih Melimpah
Pilih yang Tepat! Ini Varietas Bawang Putih Paling Prospektif untuk Petani
Rahasia Panen Bawang Merah Melimpah, Pilih Varietas yang Tepat
Pilih Varietas Kentang yang Tepat, Kunci Sukses Panen Melimpah di Indonesia
Terasering, Teknik Cerdas Tingkatkan Hasil Pertanian di Lahan Berbukit
Tips Pemupukan Anorganik yang Aman agar Tanaman Tumbuh Optimal
Teknik Polikultur: Solusi Bertani Hemat Lahan dengan Hasil Maksimal
Tips Ampuh Budidaya Mawar Potong Warna-Warni agar Tumbuh Subur dan Cepat Berbunga

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:58 WIB

Petani Wajib Tahu! Metode Tanam Satu Titik untuk Panen Lebih Melimpah

Selasa, 17 Maret 2026 - 22:02 WIB

Pilih yang Tepat! Ini Varietas Bawang Putih Paling Prospektif untuk Petani

Selasa, 17 Maret 2026 - 15:02 WIB

Rahasia Panen Bawang Merah Melimpah, Pilih Varietas yang Tepat

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:02 WIB

Pilih Varietas Kentang yang Tepat, Kunci Sukses Panen Melimpah di Indonesia

Rabu, 11 Maret 2026 - 22:02 WIB

Terasering, Teknik Cerdas Tingkatkan Hasil Pertanian di Lahan Berbukit

Berita Terbaru

Kesehatan

Manfaat Teh Hitam untuk Kesehatan dan Cara Menyeduh yang Tepat

Kamis, 26 Mar 2026 - 06:02 WIB

Pestisida Nabati

Tips dan Cara Membuat Pestisida Nabati dari Buah Maja

Rabu, 25 Mar 2026 - 18:02 WIB