Alamorganik.com-Nagasari pisang merupakan salah satu jajanan tradisional yang masih mudah ditemukan di berbagai daerah. Kue berbahan dasar tepung beras ini memiliki tekstur lembut dengan rasa gurih dari santan dan manis alami dari pisang.
Banyak orang mengenal nagasari sebagai kue sederhana yang biasa hadir dalam acara keluarga, pengajian, arisan, hingga sajian untuk tamu. Bungkus daun pisang juga memberikan aroma khas yang membuat kue ini semakin menggugah selera.
Membuat nagasari sebenarnya tidak sulit. Anda hanya perlu menyiapkan tepung beras, tepung tapioka, santan, gula, dan pisang matang. Setelah itu, masak adonan hingga mencapai kekentalan yang tepat, bungkus bersama pisang, lalu kukus sampai matang.
Kunci utama resep nagasari terletak pada tekstur adonan. Adonan yang terlalu encer dapat membuat nagasari sulit membentuk tekstur yang kokoh. Sebaliknya, adonan yang terlalu padat bisa menghasilkan kue yang kurang lembut.
Karena itu, proses memasak adonan membutuhkan perhatian. Gunakan api kecil dan aduk terus sampai adonan mengental secara perlahan.
Bahan untuk Membuat Nagasari Pisang

Sebelum mulai memasak, siapkan semua bahan agar proses pembuatan berjalan lebih mudah. Berikut bahan yang Anda perlukan:
- 200 gram tepung beras
- 50 gram tepung tapioka
- 150 gram gula pasir
- 700 ml santan
- ½ sendok teh garam
- ½ sendok teh vanili
- 2 lembar daun pandan
- 6–8 buah pisang kepok atau pisang raja yang matang
- Daun pisang secukupnya
- Sedikit minyak goreng untuk mengoles daun pisang
Gunakan santan dengan kekentalan sedang. Santan memberikan rasa gurih sekaligus membantu menghasilkan tekstur nagasari yang lembut.
Untuk pisang, Anda bisa memilih pisang kepok atau pisang raja. Pilih pisang yang sudah matang agar rasanya manis dan aromanya lebih kuat. Namun, jangan memilih pisang yang terlalu lembek karena pisang bisa mudah hancur saat proses pengukusan.
Tepung tapioka juga memiliki fungsi penting. Jumlahnya memang tidak banyak, tetapi tepung ini membantu memberikan sedikit tekstur kenyal pada nagasari.
Cara Memilih Pisang untuk Nagasari
Pisang menjadi bagian penting dalam resep ini karena memberikan rasa manis sekaligus aroma khas pada nagasari.
Pilih pisang yang matang dengan warna kulit yang sudah menunjukkan kematangan, tetapi bagian dagingnya masih cukup kokoh. Pisang seperti ini akan tetap memiliki bentuk yang bagus setelah Anda kukus.
Kupas pisang, kemudian potong menjadi dua atau tiga bagian sesuai ukurannya. Jika Anda menggunakan pisang berukuran besar, belah pisang memanjang agar ketebalannya tidak berlebihan.
Potongan pisang yang terlalu besar dapat membuat adonan sulit menutup seluruh bagian pisang. Sebaliknya, potongan yang terlalu kecil bisa membuat isian terasa kurang saat Anda menyantap nagasari.
Setelah memotong semua pisang, sisihkan terlebih dahulu sambil menyiapkan adonan.
Siapkan Daun Pisang
Daun pisang tidak hanya berfungsi sebagai pembungkus. Saat proses pengukusan berlangsung, daun juga membantu memberikan aroma khas pada nagasari.
Pilih daun pisang yang cukup lebar dan tidak terlalu tua agar mudah Anda lipat. Bersihkan permukaan daun menggunakan kain bersih yang sedikit lembap.
Selanjutnya, layukan daun sebentar di atas api kecil. Anda juga bisa memasukkannya ke dalam kukusan selama beberapa menit.
Proses ini membuat daun lebih lentur sehingga tidak mudah pecah ketika Anda gunakan untuk membungkus adonan.
Potong daun dengan ukuran sekitar 18 x 20 cm. Setelah itu, oleskan sedikit minyak pada bagian dalam daun. Jangan menggunakan terlalu banyak minyak karena Anda hanya perlu mencegah nagasari menempel pada daun.
Susun daun yang sudah siap di dekat tempat Anda akan membungkus nagasari. Dengan begitu, proses membungkus akan berjalan lebih cepat.
Cara Membuat Adonan Nagasari
Setelah semua bahan siap, Anda bisa mulai membuat adonan.
Masukkan tepung beras, tepung tapioka, gula pasir, garam, dan vanili ke dalam panci. Aduk semua bahan kering agar tercampur secara merata.
Tuangkan santan sedikit demi sedikit sambil terus mengaduk menggunakan whisk. Jangan langsung menuangkan seluruh santan karena tepung bisa lebih mudah menggumpal.
Aduk sampai campuran tepung dan santan benar-benar larut. Periksa bagian dasar panci untuk memastikan tidak ada tepung yang mengendap.
Setelah adonan halus, masukkan daun pandan. Kemudian nyalakan kompor dengan api kecil.
Aduk adonan secara terus-menerus selama proses memasak. Fokuskan pengadukan pada bagian dasar dan sisi panci agar adonan tidak menempel atau gosong.
Beberapa menit kemudian, adonan mulai mengental. Pada tahap ini, Anda perlu lebih sering mengaduk karena adonan akan semakin berat.
Terus aduk sampai adonan memiliki tekstur kental, lembut, dan bisa Anda ambil menggunakan sendok. Jangan memasaknya sampai terlalu keras.
Segera matikan kompor ketika adonan sudah mencapai kekentalan yang tepat. Angkat daun pandan, kemudian diamkan adonan selama sekitar lima menit.
Langkah ini membantu menurunkan suhu adonan sehingga Anda lebih mudah membungkusnya dengan daun pisang.
Cara Membungkus Nagasari
Ambil satu lembar daun pisang yang sudah Anda siapkan.
Letakkan sekitar satu sampai dua sendok makan adonan di bagian tengah daun. Ratakan adonan dengan sendok agar membentuk lapisan yang cukup untuk menampung pisang.
Letakkan satu potong pisang di atas adonan. Setelah itu, tutupi bagian atas pisang dengan satu sampai dua sendok makan adonan.
Pastikan adonan menutup sebagian besar permukaan pisang. Anda tidak perlu membuat lapisan terlalu tebal karena jumlah adonan yang berlebihan bisa membuat nagasari terasa terlalu berat.
Setelah itu, lipat sisi kanan dan kiri daun menuju bagian tengah. Kemudian lipat bagian atas dan bawah hingga membentuk bungkusan yang rapi.
Anda tidak perlu menggunakan tusuk lidi jika lipatan daun sudah cukup kuat. Namun, Anda bisa menggunakannya jika daun sulit mempertahankan bentuk.
Ulangi langkah tersebut sampai semua adonan dan pisang habis.
Cara Mengukus Nagasari

Panaskan kukusan terlebih dahulu. Tunggu sampai air benar-benar mendidih dan menghasilkan banyak uap.
Susun nagasari di dalam kukusan dengan posisi yang tidak terlalu rapat. Berikan sedikit ruang di antara setiap bungkusan agar uap panas dapat bergerak dengan baik.
Jika menggunakan tutup kukusan yang tidak memiliki lubang untuk mengalirkan air, bungkus bagian dalam tutup dengan kain bersih. Kain akan membantu menahan embun agar tidak menetes langsung ke permukaan nagasari.
Kukus nagasari selama sekitar 25–30 menit menggunakan api sedang.
Selama proses ini, hindari terlalu sering membuka tutup kukusan. Setiap kali Anda membuka tutup, uap panas akan keluar dan suhu di dalam kukusan turun.
Setelah 25–30 menit, matikan kompor. Angkat nagasari dengan hati-hati dan letakkan di atas wadah atau tampah.
Biarkan nagasari sampai hangat sebelum Anda menyajikannya.
Kenapa Nagasari Masih Lembek Saat Panas?
Jangan khawatir jika nagasari terasa sangat lembut ketika baru keluar dari kukusan. Kondisi tersebut cukup normal.
Saat masih panas, adonan belum mencapai tekstur akhirnya. Setelah suhu turun, tepung akan membuat tekstur nagasari semakin padat dan kokoh.
Karena itu, jangan langsung menyimpulkan nagasari gagal hanya karena teksturnya masih lembek ketika baru matang.
Tunggu beberapa saat hingga nagasari menjadi hangat atau dingin. Setelah itu, Anda akan mendapatkan tekstur yang lebih padat, lembut, dan sedikit kenyal.
Jika Anda ingin mendapatkan tekstur yang lebih legit, simpan nagasari beberapa saat setelah dingin sebelum menyantapnya.
Tips Agar Nagasari Tetap Lembut
Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan agar hasil nagasari terasa lembut dan tidak mudah gagal.
Pertama, pilih pisang yang matang tetapi masih kokoh. Pisang yang terlalu mentah akan terasa kurang manis, sedangkan pisang yang terlalu lembek bisa hancur saat proses pengukusan.
Kedua, gunakan santan dengan kekentalan sedang. Santan yang terlalu encer bisa membuat rasa gurih kurang terasa. Sebaliknya, santan yang terlalu kental dapat membuat rasa nagasari terlalu berat.
Ketiga, masak adonan menggunakan api kecil. Api besar dapat membuat bagian bawah adonan cepat matang dan menggumpal sementara bagian atas belum mencapai tekstur yang sama.
Keempat, terus aduk adonan selama memasak. Jangan meninggalkan panci karena adonan tepung bisa cepat menempel pada dasar panci.
Kelima, jangan menambahkan tepung tapioka secara berlebihan. Tepung tapioka memang memberikan tekstur kenyal, tetapi terlalu banyak bisa membuat nagasari terasa alot.
Keenam, layukan daun pisang sebelum membungkus. Daun yang lentur akan memudahkan Anda membuat lipatan rapi tanpa merobek pembungkus.
Ketujuh, jangan membuka tutup kukusan terlalu sering. Biarkan uap panas bekerja secara optimal selama proses memasak.
Cara Menyimpan Nagasari
Nagasari paling nikmat ketika Anda menyantapnya pada hari yang sama. Teksturnya masih lembut dan aroma pisangnya terasa lebih kuat.
Namun, Anda tetap bisa menyimpannya jika membuat dalam jumlah banyak.
Setelah nagasari benar-benar dingin, masukkan kue ke dalam wadah tertutup. Simpan wadah di dalam kulkas agar nagasari lebih awet.
Ketika ingin menyantapnya kembali, Anda bisa mengukus nagasari sebentar hingga hangat. Cara ini membantu mengembalikan tekstur lembut pada adonan.
Hindari menyimpan nagasari dalam keadaan masih panas karena uap yang terperangkap di dalam wadah dapat membuat permukaan kue terlalu lembap.
Sajikan Nagasari untuk Keluarga

Membuat nagasari di rumah tidak membutuhkan teknik yang rumit. Anda hanya perlu memperhatikan kekentalan adonan, kualitas pisang, dan proses pengukusan.
Perpaduan tepung beras, santan, gula, dan pisang menghasilkan jajanan tradisional dengan rasa sederhana tetapi tetap menggugah selera. Aroma daun pisang juga memberikan karakter tersendiri yang sulit digantikan oleh pembungkus lain.
Anda bisa menyajikan nagasari sebagai teman minum teh atau kopi pada pagi dan sore hari. Kue ini juga cocok untuk hidangan keluarga atau sajian ketika menerima tamu.
Dengan bahan yang mudah Anda temukan dan proses yang cukup sederhana, resep nagasari pisang ini bisa menjadi pilihan untuk menghidupkan kembali jajanan tradisional di dapur rumah.
Kuncinya sederhana: gunakan pisang yang tepat, masak adonan dengan api kecil, aduk sampai teksturnya pas, lalu kukus hingga matang. Setelah dingin, Anda akan mendapatkan nagasari yang lembut, legit, gurih, dan harum. (rull)









