Pati, alamorganik.com — Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Gabus Pati (BPP Gabus) mengadakan Sekolah Lapang (SL) Padi Ramah Lingkungan hari ini melakukan ubinan demplot di lahan seluas 1.500 meter persegi di Desa Kosekan, Pati, Kamis (23/10/2025).
Mereka mencatat hasil menggembirakan dengan produktivitas mencapai 8,3 ton per hektare, setara dengan 5,19 kilogram gabah dari lahan percobaan.
Petani menerapkan pendekatan pertanian ramah lingkungan dengan berbagai perlakuan inovatif. Mereka menanam padi menggunakan pupuk kimia (pukim) sebanyak 37 kilogram, lalu menyemprotkan Biosaka dua kali, Biosaka ala MKP dua kali, dan parfum urine untuk mengusir hama.
Sebelum memasang parfum urine, mereka menyemprotkan pestisida dua kali untuk menekan populasi serangga pengganggu.
Koordinator PPL BPP Kecamatan Gabus Pati Eny Prasetyowati,SP menegaskan bahwa hasil ubinan ini membuktikan efektivitas teknologi alami dalam meningkatkan panen tanpa merusak lingkungan. “Kombinasi antara Biosaka dan parfum urine memperkuat daya tahan tanaman terhadap hama sekaligus memperbaiki struktur tanah,” katanya.
Para petani merasakan manfaat langsung dari metode tersebut. Mereka berhasil menekan biaya produksi karena penggunaan pestisida kimia berkurang drastis. Tanaman juga tumbuh lebih hijau dan tahan terhadap cuaca ekstrem.
Keberhasilan ubinan ini mendorong pemerintah daerah dan penyuluh pertanian untuk memperluas penerapan teknologi padi ramah lingkungan. Mereka menargetkan agar lebih banyak kelompok tani mengadopsi metode tersebut guna meningkatkan hasil panen sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem sawah.
Dengan hasil ubinan mencapai 8,3 ton per hektare, para petani membuktikan bahwa pertanian berkelanjutan tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga meningkatkan keuntungan ekonomi mereka. (al)









