Kisah Bu Tri Cahyani Mengurangi Nyeri Plantar Fasciitis dengan Terapi Biosaka

- Penulis

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Banyak orang menganggap nyeri tumit sebagai masalah ringan. Padahal, rasa sakit pada tumit bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini sering membuat penderitanya kesulitan berjalan, berdiri terlalu lama, bahkan sulit tidur pada malam hari.

Kondisi tersebut pernah dialami Bu Tri Cahyani, warga Jakarta, yang merasakan nyeri hebat akibat plantar fasciitis. Rasa sakit pada tumit membuat aktivitas hariannya terganggu sehingga ia mencoba berbagai cara untuk membantu meredakan keluhan tersebut.

Bu Tri kemudian menjalani terapi Biosaka sebagai pendamping perawatan yang ia lakukan. Setelah rutin menjalani terapi selama beberapa hari, ia mulai merasakan perubahan pada kondisi tumitnya.

Mengenal Plantar Fasciitis

sumber foto: tsaog.com

Plantar fasciitis merupakan peradangan pada plantar fascia, yaitu jaringan ikat tebal yang membentang dari tumit hingga jari kaki. Jaringan ini membantu menopang lengkungan telapak kaki sekaligus mendukung tubuh saat berjalan.

Ketika seseorang memberi tekanan berlebihan pada area kaki atau terus mengalami iritasi pada jaringan tersebut, peradangan bisa muncul dan memicu rasa nyeri di bagian tumit maupun telapak kaki.

Penderita plantar fasciitis biasanya merasakan nyeri menusuk pada tumit, terutama saat pertama kali menginjakkan kaki di pagi hari. Rasa sakit juga sering muncul setelah berdiri lama atau setelah menjalani aktivitas seharian.

Dalam beberapa kondisi, rasa nyeri dapat bertahan hingga malam hari dan mengganggu waktu istirahat.

Keluhan yang Dialami Bu Tri

Bu Tri Cahyani mengaku sempat merasakan sakit luar biasa pada bagian tumit kaki. Menurutnya, rasa nyeri paling berat muncul pada malam hari setelah beraktivitas seharian.

“Tumit terasa panas dan cenut-cenut luar biasa. Kadang sampai sulit tidur karena sakitnya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bioglowing Teknologi SAKA Bisa Buat Wajah "Kinclong"

Untuk meredakan rasa sakit sementara, Bu Tri rutin mengompres tumit menggunakan es batu hingga area tersebut terasa baal. Dalam aktivitas sehari-hari, ia juga memakai sandal empuk dan bantalan khusus berbahan gel silikon pada sepatu agar kaki terasa lebih nyaman saat berjalan.

Meski sudah melakukan berbagai cara, rasa sakit tetap muncul dan membuat aktivitas hariannya terasa tidak nyaman.

Menjalani Terapi Biosaka

sumbe foto: komunitas 3G O

Karena keluhan belum juga membaik, Bu Tri mencoba terapi Biosaka sebagai pendamping perawatan yang ia jalani.

Pada tahap awal, ia menyemprotkan Biosaka langsung ke bagian tumit yang terasa sakit. Setelah beberapa hari pemakaian, rasa nyeri mulai berkurang meski kaki masih terasa sakit saat digunakan menginjak.

Bu Tri kemudian melanjutkan terapi dengan merendam kaki menggunakan Biosaka basic yang berasal dari bahan dasar rumput-rumputan dan campuran herbal alami seperti:

  • Sisik naga
  • Daun kapulaga
  • Buah kapulaga
  • Daun sereh

Ia melakukan terapi rendam kaki tersebut secara rutin setiap hari.

Kondisi Tumit Mulai Membaik

Bu Tri mengaku mulai merasakan perubahan cukup signifikan setelah beberapa hari menjalani terapi.

Pada hari keempat, rasa nyeri mulai berkurang. Memasuki hari kelima, kondisi tumit terasa jauh lebih nyaman dan rasa sakit menurun drastis.

“Biasanya setiap malam sakit sekali, tapi setelah terapi mulai terasa ringan,” katanya.

Hingga akhirnya pada hari ketujuh, Bu Tri mengaku sudah bisa berjalan lebih nyaman tanpa rasa nyeri seperti sebelumnya.

“Alhamdulillah, rasanya seperti lupa pernah sakit tumit,” ujarnya.

Pentingnya Menjaga Kesehatan Kaki

Kasus plantar fasciitis cukup sering terjadi, terutama pada orang yang banyak berdiri, berjalan jauh, memakai alas kaki kurang nyaman, atau menjalani aktivitas berat setiap hari.

Baca Juga :  Kontroversi Biosaka Menguat, Relawan Klaim Kritik Sarat Kepentingan

Karena itu, setiap orang perlu menjaga kesehatan kaki untuk membantu mengurangi risiko cedera dan peradangan pada tumit.

Beberapa langkah sederhana berikut dapat membantu menjaga kesehatan telapak kaki:

  • Menggunakan alas kaki yang nyaman
  • Mengurangi berdiri terlalu lama
  • Melakukan peregangan kaki secara rutin
  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Mengistirahatkan kaki setelah aktivitas berat

Jika nyeri tumit berlangsung lama atau semakin berat, penderita tetap perlu berkonsultasi dengan tenaga medis agar mendapat penanganan yang tepat.

Catatan Penting

Sumber foto: id.images.search.yahoo.com

Pengalaman Bu Tri Cahyani merupakan testimoni pribadi sehingga hasil terapi bisa berbeda pada setiap orang. Biosaka juga tidak menggantikan pengobatan medis. Penderita dengan nyeri berkepanjangan tetap perlu memeriksakan kondisi kesehatannya kepada dokter atau tenaga kesehatan profesional.

Meski begitu, kisah Bu Tri menjadi pengalaman menarik tentang upaya yang ia lakukan untuk membantu mengurangi nyeri plantar fasciitis yang sempat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Bu Tri juga mulai lebih memperhatikan kesehatan kaki setelah kondisinya membaik. Ia rutin melakukan peregangan ringan setiap pagi dan mengurangi aktivitas berdiri terlalu lama. Selain itu, ia memilih menggunakan alas kaki yang lebih nyaman agar tumit tidak kembali mengalami tekanan berlebihan. Menurutnya, menjaga pola aktivitas dan memberi waktu istirahat pada kaki sangat membantu proses pemulihan. Ia berharap pengalamannya dapat menjadi motivasi bagi orang lain yang mengalami keluhan serupa agar tetap semangat mencari penanganan yang tepat dan menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. (rull/3G O)

Berita Terkait

Sawah Terpal Mina Padi IP 500 Gunungkidul, Solusi Biosaka Hadapi Kemarau
Mengenal Ragam Teknologi SAKA, dari Biosaka hingga Nlevel1 Aktivasi 6
Ansar Uraikan Filosofi Algoritma 369 Humanity, Kaitkan Bunga, Al-Qur’an, dan Kesadaran Manusia
Mengenal Biosaka Algoritma 3, 69 Humanity: Gagasan, Bahan, dan Cara Pembuatannya
Sawah Terpal Mina Padi IP 500 Gunungkidul, Uji Coba Hemat Air dengan Biosaka
Petani Gunung Masigit Terapkan Teknologi SAKA pada Sawah, Hasil Panen Capai 7,5 Ton
Cabe Subur dengan POC Rumput, Begini Cara Tanam ala Petani Pontianak
Benih Padi Rontok dari Panen Kombin Bisa Tumbuh Lagi? Ini Penjelasan Teknologi SAKA

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Sawah Terpal Mina Padi IP 500 Gunungkidul, Solusi Biosaka Hadapi Kemarau

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Mengenal Ragam Teknologi SAKA, dari Biosaka hingga Nlevel1 Aktivasi 6

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Ansar Uraikan Filosofi Algoritma 369 Humanity, Kaitkan Bunga, Al-Qur’an, dan Kesadaran Manusia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Mengenal Biosaka Algoritma 3, 69 Humanity: Gagasan, Bahan, dan Cara Pembuatannya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Sawah Terpal Mina Padi IP 500 Gunungkidul, Uji Coba Hemat Air dengan Biosaka

Berita Terbaru