Alamorganik.com-Menjalani kemoterapi dan radioterapi membutuhkan banyak energi, baik secara fisik maupun emosional. Selama pengobatan kanker, pasien dapat mengalami berbagai efek samping, seperti mual, mudah lelah, kehilangan nafsu makan, perubahan indra pengecap, sariawan, hingga kesulitan menelan. Kondisi tersebut sering membuat pasien kesulitan memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
Padahal, tubuh membutuhkan energi dan zat gizi yang cukup untuk mempertahankan kekuatan otot, memperbaiki jaringan, dan mendukung fungsi kekebalan tubuh. Karena itu, pemilihan makanan menjadi bagian penting dalam perawatan pasien kanker.
Makanan bergizi memang tidak dapat menyembuhkan kanker atau menggantikan pengobatan medis. Namun, pola makan yang sesuai dapat membantu pasien memenuhi kebutuhan nutrisi selama menjalani terapi dan memasuki masa pemulihan.
Berikut lima pilihan makanan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi pasien setelah atau selama menjalani kemoterapi dan radioterapi.
1. Telur, Sumber Protein untuk Membantu Memperbaiki Jaringan

Telur menjadi pilihan praktis untuk memenuhi kebutuhan protein harian. Tubuh menggunakan protein untuk memperbaiki jaringan, mempertahankan massa otot, dan mendukung berbagai fungsi penting selama proses pemulihan.
Selain protein, telur menyediakan vitamin B12, kolin, dan zat gizi lainnya yang dibutuhkan tubuh. Pasien dapat mengolah telur menjadi telur rebus, telur kukus, atau telur orak-arik dengan tekstur lembut.
Jika pasien mengalami sariawan atau kesulitan menelan, telur kukus bisa menjadi pilihan karena teksturnya lebih mudah dikonsumsi. Pasien juga dapat mencampurkan telur matang ke dalam bubur atau sup untuk menambah kandungan protein.
Pastikan Anda memasak telur hingga matang sempurna untuk mengurangi risiko infeksi bawaan makanan. Langkah ini penting, terutama ketika pengobatan menurunkan jumlah sel darah putih atau melemahkan daya tahan tubuh.
2. Ikan, Pilihan Protein untuk Menjaga Kekuatan Tubuh
Ikan menyediakan protein yang membantu tubuh mempertahankan massa otot dan memperbaiki jaringan. Beberapa jenis ikan, seperti salmon, sarden, dan makarel, juga mengandung asam lemak omega-3 yang menjadi bagian dari pola makan sehat.
Pasien tidak harus memilih ikan mahal untuk mendapatkan manfaat protein. Ikan lokal yang mudah ditemukan juga dapat menjadi pilihan, selama pasien mengolahnya dengan aman dan sesuai kebutuhan.
Untuk memudahkan proses mengunyah, Anda dapat mengukus ikan, memasaknya menjadi sup, atau memanggangnya hingga matang. Periksa setiap bagian ikan dan singkirkan durinya sebelum menyajikannya, terutama bagi pasien yang mengalami gangguan menelan.
Jika aroma ikan memicu mual, pilih jenis ikan dengan aroma lebih ringan dan sajikan dalam porsi kecil. Pasien juga dapat mencoba menyantap makanan pada suhu yang lebih nyaman, sesuai toleransi masing-masing.
Hindari ikan mentah atau setengah matang, terutama jika pasien memiliki daya tahan tubuh rendah. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi apabila pasien membutuhkan pembatasan makanan tertentu.
3. Sayuran Hijau, Pelengkap Kebutuhan Vitamin dan Mineral
Bayam, brokoli, sawi, dan kangkung mengandung vitamin, mineral, serta serat yang membantu melengkapi kebutuhan nutrisi harian. Sayuran juga memberikan variasi makanan agar pasien tidak hanya mengandalkan satu jenis bahan pangan.
Namun, pasien perlu menyesuaikan pilihan sayuran dengan kondisi mulut dan pencernaan. Ketika sariawan membuat proses mengunyah terasa sakit, masak sayuran hingga lunak atau campurkan ke dalam sup.
Pasien yang mengalami diare mungkin perlu mengurangi sementara sayuran tinggi serat sesuai anjuran tenaga kesehatan. Sebaliknya, pasien yang mengalami sembelit dapat membutuhkan penyesuaian asupan serat dan cairan berdasarkan kondisinya.
Cuci sayuran dengan air mengalir sebelum mengolahnya, gunakan peralatan bersih, dan masak hingga matang jika diperlukan. Hindari sayuran mentah yang kebersihannya tidak terjamin, terutama ketika dokter menyatakan pasien berisiko tinggi mengalami infeksi.
Ingat, tidak semua pasien memiliki kebutuhan yang sama. Dokter atau ahli gizi dapat membantu menentukan jenis dan porsi sayuran yang sesuai selama pengobatan.
4. Buah-buahan, Sumber Vitamin, Mineral, dan Cairan

Buah-buahan dapat membantu pasien memenuhi kebutuhan vitamin, mineral, cairan, dan serat. Pisang matang, pepaya, dan melon sering menjadi pilihan karena memiliki tekstur lembut dan relatif mudah dikonsumsi.
Pasien dapat menyajikan pisang sebagai camilan, memotong pepaya menjadi bagian kecil, atau menghaluskan buah sesuai kemampuan menelan. Buah juga dapat membantu menambah variasi rasa ketika pasien mulai bosan dengan menu utama.
Namun, pilih buah berdasarkan gejala yang sedang dialami. Buah asam, seperti jeruk, dapat menimbulkan rasa perih ketika pasien mengalami sariawan atau luka di mulut. Jika hal itu terjadi, pilih buah yang tidak terlalu asam dan memiliki tekstur lembut.
Cuci buah hingga bersih sebelum dikupas atau dipotong. Gunakan pisau dan talenan yang bersih untuk mencegah kontaminasi.
Pasien yang mengalami diare juga perlu memperhatikan jenis dan jumlah buah yang dikonsumsi karena toleransi setiap orang berbeda. Jika pasien kesulitan memenuhi kebutuhan energi, ahli gizi dapat menyarankan tambahan makanan lain agar asupan harian tetap mencukupi.
5. Sup Ayam atau Sup Ikan, Menu Lembut yang Mudah Disesuaikan
Sup ayam atau sup ikan dapat menjadi pilihan ketika pasien merasa sulit mengunyah makanan padat. Kuahnya membantu menambah asupan cairan, sedangkan ayam atau ikan menyediakan protein untuk mendukung pemeliharaan jaringan tubuh.
Agar kandungan gizinya lebih lengkap, tambahkan kentang, wortel, labu, atau bahan makanan lain sesuai kebutuhan. Masak seluruh bahan hingga lunak dan potong menjadi ukuran kecil supaya lebih mudah dikonsumsi.
Pasien yang kehilangan nafsu makan dapat mencoba makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering. Cara ini membantu sebagian orang mengatasi rasa cepat kenyang atau mual saat menyantap porsi besar.
Jika aroma makanan memicu mual, gunakan bumbu sederhana dan hindari aroma yang terasa mengganggu. Pasien juga dapat memilih makanan hangat atau bersuhu ruang sesuai kenyamanan.
Perlu diingat, sup yang hanya mengandung banyak kuah belum tentu menyediakan energi dan protein yang cukup. Tambahkan bahan sumber protein dan karbohidrat agar menu lebih seimbang.
Jika pasien mengalami kesulitan menelan, jangan memaksakan makanan atau minuman dengan tekstur tertentu. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk menentukan tekstur yang aman.
Tips Menjaga Asupan Nutrisi Selama Kemoterapi dan Radioterapi
Selain memilih makanan bergizi, pasien dapat melakukan beberapa langkah berikut untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi:
-
- Makan dalam porsi kecil: Cobalah makan lebih sering jika mual atau kehilangan nafsu makan membuat Anda sulit menghabiskan porsi besar.
-
- Pilih makanan sesuai gejala: Gunakan makanan lembut ketika mengalami sariawan dan hindari makanan pedas atau asam jika menimbulkan rasa sakit.
-
- Cukupi kebutuhan cairan: Minum sesuai anjuran dokter, terutama ketika mengalami muntah atau diare. Pasien dengan pembatasan cairan perlu mengikuti petunjuk tenaga kesehatan.
-
- Utamakan keamanan makanan: Cuci tangan, bersihkan peralatan masak, dan masak telur, ikan, serta daging hingga matang.
-
- Pantau berat badan: Catat perubahan berat badan dan sampaikan kepada dokter jika berat badan terus turun atau pasien semakin sulit makan.
-
- Konsultasikan kebutuhan gizi: Mintalah bantuan ahli gizi untuk menyesuaikan menu dengan efek samping terapi, kondisi kesehatan, dan kebutuhan energi.
Pasien juga sebaiknya tidak mengonsumsi suplemen dosis tinggi, jamu, atau produk herbal tanpa berkonsultasi dengan dokter. Sebagian produk dapat berinteraksi dengan obat kanker atau memengaruhi efektivitas pengobatan.
Kesimpulan

Telur, ikan, sayuran hijau, buah-buahan, serta sup ayam atau sup ikan dapat membantu pasien memenuhi kebutuhan nutrisi selama dan setelah kemoterapi maupun radioterapi. Kelima pilihan tersebut menyediakan kombinasi protein, vitamin, mineral, cairan, dan zat gizi lain yang mendukung kesehatan tubuh.
Meski demikian, kebutuhan setiap pasien berbeda. Efek samping pengobatan, kondisi pencernaan, kemampuan menelan, dan perubahan berat badan dapat memengaruhi pilihan makanan yang paling sesuai.
Tidak ada makanan tertentu yang dapat menggantikan terapi kanker. Karena itu, pasien perlu tetap mengikuti rencana pengobatan dokter dan berkonsultasi dengan ahli gizi jika mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan nutrisi.
Bagi para pejuang kanker, menjaga asupan makanan merupakan salah satu cara merawat tubuh selama menjalani pengobatan. Pilih makanan yang aman, bergizi, dan nyaman dikonsumsi, serta mintalah bantuan tenaga kesehatan ketika gejala mulai mengganggu kemampuan makan.(rull*)









